Jenis-jenis Pemeriksaan Lab dan Fungsinya
Lebih dari sekedar ambil darah : Mengenal macam-macam pemeriksaan Laboratorium untuk kesehatan anda
Pernahkah anda bertanya-tanya, mengapa dokter sering meminta kita ke laboratorium sebelum memberikan resep obat?
Ibarat seorang detektif, laboratorium adalah tempat dimana "petunjuk rahasia" di dalam tubuh kita di ungkap.
Pemeriksaan laboratorium bukan sekedar rutinitas medis, melainkan langkah preventif untuk mendeteksi penyakit lebih awal.
Yuk, kenali jenis-jenis pemeriksaan yang umum dilakukan di Laboratorium Puskesmas Baureno.
1. Hematologi (Cek Darah Lengkap)
Ini adalah pemeriksaan yang paling mendasar. Disini, ahli laboratorium (TLM) akan melihat jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit anda. Fungsinya : mendeteksi anemia, adanya infeksi, hingga gangguan pembekuan darah.
2. Kimia Klinik (Fungsi Organ)
Ingin tahu apakah mesin di dalam tubuh anda bekerja dengan baik? Pemeriksaan ini jawabannya, meliputi : Gula darah (untuk deteksi diabetes), Kolesterol & Trigliserida (memantau kesehatan jantung dan risiko stroke), serta Fungsi hati (SGOT/SGPT) dan Fungsi ginjal (Ureum/Kreatinin) untuk memastikan organ penyaring racun kita tetap prima.
3. Urinalisis (Cek Urine)
Warna dan kandungan dalam urine bisa bercerita banyak hal. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi Infeksi Saluran Kemih (ISK), batu ginjal, hingga gangguan metabolisme lainnya.
4.Imunoserologi
Pemeriksaan ini fokus pada sistem kekebalan tubuh. Contohnya adalah tes infeksi virus dan bakteri seperti Demam Berdarah (DBD), Typhoid (Tipes), Hepatitis, Sipilis dan HIV.
5.Biomolekuler (Tes Cepat Molekuler)
Pemeriksaan biomolekuler ini digunakan untuk mendeteksi adanya DNA bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB) yang menyebabkan penyakit TBC, serta mampu mendeteksi mutasi pada Gen rpoB yang mengindikasikan resistensi terhadap antibiotik Rifampisin.
Penulis: Mitha, Ahli Teknologi Laboratorium Medik
Komentar
Posting Komentar